Tanjungpinang, 3 September 2026 — Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Sharing Session dan Kunjungan Kerja Sama Industri BKS PTN Wilayah Barat Bidang Teknik yang dilaksanakan di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kepulauan Riau, 2–4 September 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi negeri bidang teknik dari berbagai wilayah di Indonesia bagian barat. Perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Negeri Padang, Universitas Tanjungpura, Universitas Teuku Umar, UPN Veteran Jakarta, Universitas Lampung, Universitas Riau, dan Universitas Syiah Kuala.
Dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP), kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Sumber Daya, Kerja Sama dan Umum, Dr. Ir. Elfizon, S.Pd., M.Pd.T.
Menurut Dr. Elfizon, kegiatan tersebut merupakan momentum strategis bagi perguruan tinggi untuk memperluas jejaring sekaligus membangun kerja sama yang lebih konkret dengan dunia industri.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi forum sharing antar perguruan tinggi, tetapi juga momentum untuk membangun kolaborasi yang lebih nyata dengan industri. Kita perlu memastikan pendidikan teknik memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi,” ujar Dr. Elfizon.
Rangkaian kegiatan juga diarahkan pada penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan industri melalui kunjungan serta penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan institusi strategis di Kepulauan Riau. Di wilayah Bintan, agenda kerja sama mencakup sejumlah mitra industri, yakni PT CCI Bintan, PT Bintan Inti Industrial Estate, Banyan Tree Bintan, PT Singatac Bintan, dan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
Sementara di Batam, sejumlah industri yang menjadi bagian dari agenda penjajakan kerja sama antara lain LabTech Penta Internasional, McDermott, Citra Lautan Teduh, dan Apple Academy.
Kehadiran pimpinan perguruan tinggi secara langsung di lingkungan industri diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari program magang mahasiswa, pengembangan kurikulum, penelitian dan inovasi, dosen praktisi, sertifikasi kompetensi, pengembangan laboratorium, hingga penyerapan lulusan oleh industri.
“Perguruan tinggi harus mampu memahami kebutuhan industri secara langsung. Dengan demikian, kurikulum, kompetensi mahasiswa, penelitian, dan inovasi yang dikembangkan benar-benar memiliki relevansi dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia industri,” lanjut Dr. Elfizon.
Kegiatan Sharing Session BKS PTN Wilayah Barat Bidang Teknik juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan praktik baik antar perguruan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang teknik. Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan pembaruan dalam proses pembelajaran, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta kemitraan dengan industri.
Dalam konteks tersebut, kawasan Batam dan Bintan memiliki posisi strategis karena berkembang sebagai salah satu kawasan industri dan ekonomi penting di Indonesia. Kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi perguruan tinggi untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Bagi FT UNP, keterlibatan dalam forum BKS PTN Wilayah Barat Bidang Teknik menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional, sekaligus memperkuat implementasi link and match antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun berbagai program kolaboratif yang tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi berlanjut pada program nyata dan berkelanjutan yang memberikan dampak bagi mahasiswa, dosen, perguruan tinggi, dan industri.
#FakultasTeknik #UNP #BKSPTNWilayahBarat




