Padang, 2 September 2026 — Departemen Teknik Sipil, Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP) menyelenggarakan International Guest Lecture 2026 dengan tema “Integrating Earthquake Engineering, Tsunami Mitigation, Technology and Social Resilience”. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Jepang untuk membahas pentingnya pendekatan terpadu dalam menghadapi risiko gempa bumi dan tsunami.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anwar, S.Pd., M.T. Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa upaya menghadapi bencana tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur yang lebih kuat, tetapi juga perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Semoga acara ini bukan saja membangun bangunannya, tetapi juga membangun manusianya untuk menghadapi gempa bumi,” ujar Dekan dalam sambutannya.
Menurutnya, penguatan ketahanan terhadap bencana membutuhkan sinergi antara pengembangan teknologi, rekayasa konstruksi, pengetahuan, serta kesiapan manusia dalam merespons kondisi darurat. Karena itu, forum akademik seperti guest lecture menjadi ruang penting untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman antara perguruan tinggi di Indonesia dan Jepang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Kerja Sama, Reputasi, dan Internasionalisasi Universitas Negeri Padang, Prof. Rusnardi Rahmat Putra, S.T., M.T., Ph.D., Eng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kerja sama internasional yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi peluang akademik yang lebih luas bagi mahasiswa. Ia juga berharap kegiatan ini dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sipil FT UNP untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral di Jepang.
International Guest Lecture 2026 menghadirkan Prof. Junji Kiyono dari Kyoto University dan Prof. Yoshihiro Okumura dari Kansai University sebagai international lecture speakers. Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa dari Kyoto University dan Kansai University, sehingga diskusi tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pertukaran pengalaman antara mahasiswa dan akademisi dari kedua negara.
Tema yang diangkat menjadi relevan bagi Indonesia, khususnya wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap gempa bumi dan tsunami. Pembahasan mengintegrasikan aspek earthquake engineering, mitigasi tsunami, pemanfaatan teknologi, serta social resilience atau ketangguhan sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun masyarakat yang siap menghadapi bencana.
Selain agenda akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan hubungan kelembagaan melalui penandatanganan kerja sama antara Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang dan Kansai University. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademisi dan mahasiswa, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi risiko gempa bumi dan tsunami, khususnya melalui pengembangan teknologi, rekayasa bangunan, serta peningkatan ketangguhan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin juga diharapkan terus berkembang menjadi berbagai kegiatan akademik dan penelitian bersama, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi bencana di masa mendatang. (Az/Fakultas Teknik Unp)
#Tekniksipil #S2tekniksipil #FTUNP #UNP #Kansaiuniversity #Kyotouniversity #PKS #InternationalGuestLecturer2026









