PADANG – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (HMTP FT UNP) menyelenggarakan Mining Industry Insight (MII) 2026 di Ruang Serbaguna Gedung Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Mining Fair 2026 yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan industri pertambangan dan bidang terkait. Kegiatan ini diikuti oleh 407 peserta.
Mengusung tema “Mempersiapkan Generasi Tambang yang Inovatif, Adaptif, dan Berkelanjutan di Era Transformasi Industri”, Mining Industry Insight 2026 menghadirkan dua narasumber, yaitu Ahmad Taufik dari PT Supreme Energy dan M. Reza Ramdhan dari PT CoreDFX Teknologi Indonesia. Kegiatan ini bertujuan mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri untuk memberikan gambaran mengenai tantangan, perkembangan teknologi, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi transformasi industri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan. Pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTP FT UNP, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Firza Naufal Assyafwa, serta sambutan Koordinator Mining Industry Insight, Apriwan. Selanjutnya, Dr. Ir. Bambang Heriyadi, M.T., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Rangkaian pembukaan ditutup dengan pembacaan doa oleh Jamal Ihsan Hidayat.
Kegiatan inti Mining Industry Insight 2026 terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pemaparan materi oleh kedua narasumber dan sesi talkshow serta tanya jawab. Seluruh rangkaian sesi inti dipandu oleh moderator Refky Adi Nata, S.T., M.T., Ph.D., yang mengarahkan jalannya diskusi dan menghubungkan materi dengan tantangan serta perkembangan industri pertambangan saat ini.
Sesi pertama dimulai dengan pemaparan materi dari Ahmad Taufik S.Psi M.Kessos selaku perwakilan PT Supreme Energy. Materi yang disampaikan berjudul “Pengembangan Proyek Panas Bumi di Sumatera Barat: Perspektif dan Pengalaman PT Supreme Energy sebagai Independent Power Producer (IPP)”. Dalam pemaparannya, Ahmad Taufik membahas pengembangan proyek panas bumi di Sumatera Barat berdasarkan perspektif dan pengalaman perusahaan sebagai pengembang sekaligus produsen listrik independen.
Materi tersebut mencakup berbagai aspek pengembangan panas bumi, mulai dari eksplorasi dan eksploitasi, pengeboran dan pengujian reservoir, hingga operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi. Selain aspek teknis, pembahasan juga menyoroti pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, serta hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pemaparan ini memberikan gambaran kepada peserta mengenai kompleksitas pengembangan proyek panas bumi dan pentingnya kolaborasi berbagai bidang keahlian dalam mendukung keberlanjutan industri energi.
Pemaparan berikutnya disampaikan oleh M. Reza Ramdhan Selaku CEO & Founder PT CoreDFX Teknologi Indonesia dengan materi mengenai “Disrupsi Robot dan Kecerdasan Buatan pada Industri Pertambangan dan Geologi”. Materi ini membahas perkembangan robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berpotensi mengubah cara kerja industri pertambangan dan geologi.
Pemanfaatan teknologi tersebut membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan proses pengumpulan dan analisis data geologi, serta mendukung kegiatan eksplorasi dan pengambilan keputusan berbasis data. Perkembangan teknologi juga menunjukkan pentingnya kemampuan adaptasi, penguasaan teknologi digital, dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri. Melalui pemaparan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai peran inovasi teknologi dalam mendukung perkembangan industri pertambangan dan geologi di era transformasi digital.
Sesi kedua dilanjutkan dengan talkshow dan tanya jawab bersama kedua narasumber. Sesi ini menjadi ruang interaksi bagi peserta untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai materi yang telah disampaikan, bertukar pandangan, serta memahami tantangan nyata yang dihadapi oleh para praktisi di dunia industri. Diskusi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan penerapannya dalam lingkungan kerja profesional.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam sesi diskusi. Tercatat enam peserta mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan pertanyaan yang disampaikan, panitia memberikan bingkisan kepada tiga penanya terbaik. Pemberian apresiasi ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi sekaligus membangun budaya belajar yang kritis dan interaktif.
Setelah kedua sesi selesai, panitia menyerahkan plakat dan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kesediaan mereka berbagi pengetahuan serta pengalaman profesional kepada mahasiswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan ditutup oleh MC serta panitia.
Melalui penyelenggaraan Mining Industry Insight 2026, HMTP FT UNP berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri secara langsung. Tidak hanya memperluas wawasan mengenai pengembangan energi panas bumi dan penerapan teknologi robotika serta kecerdasan buatan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan industri, membangun jejaring profesional, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan semangat inovasi, adaptasi, dan keberlanjutan, Mining Industry Insight 2026 menjadi salah satu langkah HMTP FT UNP dalam mempersiapkan generasi pertambangan yang mampu menghadapi tantangan industri di masa depan.






