Guru Besar UNP Prof. Asrul Huda Jadi Narasumber pada Seminar Nasional AI di Universitas Negeri Jakarta

FT UNP_Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Selasa, 4 November 2025 telah menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Artificial Intelligence (AI): Transformasi Masa Depan Manusia dan Pendidikan” secara Hybrid, dengan menghadirkan 2 orang Narasumber : Prof. Dr. Asrul Huda, M.Kom., Guru Besar Pendidikan Teknik Informatika – Universitas Negeri Padang. Dalam paparannya yang berjudul “AI dan Masa Depan Pendidikan Cerdas: Dari Kelas Konvensional Menuju Pembelajaran Adaptif Berbasis Teknologi,” Dr. Eng. Hary Budiarto, M.Kom., M.H. (Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Komdigi). Seminar Nasional ini dibuka secara umum dan diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia dan diikuti dari berbagai kalangan mulai dari dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi pendidikan, serta pemangku kebijakan di bidang teknologi dan pendidikan.

Seminar Nasional ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Dr. Aip Badrujaman,  M.Pd., Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan Prof. Dr. M. Japar, M.Si., dan Prof. Dr. Robinson Situmorang, M.Pd., tokoh pendidikan dan pakar teknologi pembelajaran di UNJ. Dalam sambutannya, Prof. Robinson menyoroti perlunya peningkatan literasi digital di kalangan pendidik agar mampu memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab. AI perlu diarahkan dengan nilai-nilai moral agar tidak kehilangan sisi kemanusiaannya,” 

Seminar Nasional ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Dr. Aip Badrujaman, M.Pd., yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan teknologi dalam menghadapi era transformasi digital. Ia juga menekankan bahwa Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ berkomitmen untuk terus mengembangkan riset dan literasi digital bagi para dosen serta mahasiswa.

Dalam penyampaian materinya Prof. Dr. Asrul Huda, M.Kom., menjelaskan bahwa kecerdasan buatan berpotensi besar menciptakan sistem pembelajaran yang lebih personal, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. “Teknologi hanyalah alat, bukan pengganti. AI harus menjadi mitra guru untuk memperkuat kreativitas dan daya analisis peserta didik,” tegasnya. Dan AI akan menjadi solusi transformatif apabila diterapkan secara bijak dan beretika. Namun tanpa pengawasan dan kebijakan yang jelas, AI dapat menjadi bumerang yang melemahkan nilai-nilai kemanusiaan.

Acara ditutup oleh Prof. Dr. M. Japar, M.Si yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemateri dan peserta atas kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, UNJ juga mengumumkan rencana pembentukan “AI in Education Lab”, yang akan menjadi pusat riset dan pelatihan kecerdasan buatan di lingkungan kampus. Laboratorium ini diharapkan menjadi wadah kolaboratif bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Melalui seminar nasional ini, Universitas Negeri Jakarta menegaskan komitmennya sebagai pelopor dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Dengan semangat kolaborasi dan visi humanis, UNJ berupaya memastikan bahwa kecerdasan buatan digunakan untuk memperkuat potensi manusia  bukan menggantikannya demi mewujudkan pendidikan yang cerdas, etis, dan berkeadaban di masa depan. (Humas UNP)

#BeritaUNP#BeritaFTUNP #SDGs4 #QualityEducation #SDGs17 #Partnershipforthegoals #UNPKampusBerdampak #diktisaintekberdampak