Artikel ini telah dilihat : 146 kali.

Direktur Pembinaan SMK Dirjendikmen Kemendikbud RI Sosialisasi Revitalisasi SMK di RSG FT UNP

Universitas Negeri Padang, Fakultas Teknik bekerjasama dengan Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud RI mengadakan ekspose Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan di Gedung Serbaguna FT UNP, Senin (21/8).

Ekpose yang menghadirkan Direktur Pembinaan SMK Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud RI, Drs, H.M Mustagfirin Amin MBA diikuti 150-an peserta yang terdiri para kepala sekolah SMK se-Sumatera Barat, para dosen dan mahasiswa program pasca sarjana selingkungan FT UNP

Kegiatan ini mengambil tema Ekspose Implementasi Revitalisasi SMK, Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam tangka peningkatan kualitas dan daya saing Sumber daya manusia Indonesia. Ada 219 SMK di seluruh Indonesia yang menjadi sasaran program ini.

Di Sumbar ada 20 sekolah menengah kejuruan, diantaranya, SMK Negeri 1 Padang, SMK (Teknologi dan Rekayasa) Negeri 1 Bonjol (Pasaman), SMKN 1 Sawahlunto (Ekonomi), SMKN 2 Sawahlunto (Teknologi), SMKN 1 Padang (Teknologi), SMK Kelautan Pessek, SMK Adikarya Balaiselasa-Pessel, SMK Negeri 1 dan 2 Painan (Ekonomi), SMK (SMEA) N 1 Sutera-Pessel, SMKN 1 Koto XI Tarusan, SMK Al-Anhar Bayang, SMKN 1 Ranah Pesisir

Sementara itu secara nasional 125 SMK fokus di bidang maritim/kelautan, pariwisata, pertanian dan industri kreatif. Sisanya, sebanyak 94 SMK fokus di bidang keahlian penunjang program prioritas nasional.

Mustagfirin Amin mengatakan, hingga tahun 2019, Kemendikbud akan merevitalisasi 1.650 SMK dari total SMK di Indonesia sebanyak  13.600 SMK, sedangkan revitalisasi SMK lainnya diserahkan kepada pemerintah provinsi. Revitalisasi tahap pertama sebanyak 219 SMK ini diharapkan tahun depan telah mengalami kemajuan dan perkembangan.

“Kemungkinan pada akhir tahun, mungkin sekitar bulan Oktober atau November, Presiden Jokowi dan Mendikbud Muhadjir Effendy akan mengunjungi SMK-SMK itu untuk melihat apa yang sudah dihasilkan,” tutur
Mustagfirin Amin. Namun, ia menegaskan, proses revitalisasi 219 SMK itu tidak akan berhenti sampai akhir tahun 2017. Revitalisasi akan terus dilakukan sampai SMK-SMK itu memenuhi komponen-komponen dalam Program Revitalisasi SMK.

Mustagfirin Amin menjelaskan, ada lima komponen yang akan direvitalisasi dari sebuah SMK, yaitu kurikulum, pendidik, fasilitas, kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), dan kualitas lulusan. “Aspek kurikulum adalah hal pertama yang harus direvitalisasi agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri,” tuturnya.

Ekpose Implementasi Revitalisasi SMK di Gedung Serbaguna FT UNP itu diawali dengan laporan Dekan FT UNP  Dr. Fahmi Rizal, M.Pd, M.T, sambutan Kepala Disdik Sumbar Drs. Burhasman Bur, MM dan sambutan Rektor UNP sekaligus membuka acara.

Pada kesempatan Rektor UNP, Prof Ganefri, PhD yang diwakili WR3, Prof Ardipal mengatakan FT UNP senantiasa peduli dengan apa yang terjadi di SMK, Peningkatan mutu guru SMK, program sertifikasi guru (PLPG) dan PPG dalam berbagai pola,

“FT UNP sejak berdirinya tetap komit, meski nama institusi telah mengalami perubahan, mulai dari FKT, FPTK dan FT pada saat ini, namun jcare masih didominasi oleh warna kependidikan. Setiap jurusan tetap memiliki prodi kependidikan, kecuali tekink dan pertambangan,” ujar Ardipal.

Sebelumnya, Kepala Disdik Sumbar Drs. Burhasman Bur, MM mengatakan kehadiran  Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud RI, Drs, H.M Mustagfirin Amin MBA dalam rangka sosialisasi program Revitalisasi SMK sebagai salah satu bentuk implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

“Tidak ada jalan Disdik Sumbar, FT UNP dan pimpinan sekolah mesti melakuakn ‘cara-cara yang luar biasa agar dinamika SMK dapat diatas bersama, bersama SKM pasti bisa,’ujar Burhasman Bur mengakhiri. (Humas/UNP)

Related posts